To err is human adalah cerminan seorang manusia i.e. Penerjemah dapat membuat kesalahan.
Namun, jika menyangkut profesionalismenya sedikit banyak harus diminimalisir i.e. dikurangi, baik dengan alat ataupun menjauhkan diri dengan terjemahan sebelum dikirim ke klien. Atau jika kita mau mengeluarkan biaya sedikit, peer-proofreading mungkin solusinya.
Dengan peer-proofreading saya maksud adalah menyisihkan biaya sedikit, berarti mengurangi untung, untuk diberikan kepada rekan seprofesi untuk membantu menjaga mutu alias kualitas.
Dengan peer-proofreading kita minta rekan untuk membantu menjadi sepasang mata kedua sebelum kita menyerahkan ke klien, tentu ada kesepakatan untuk merahasiakan semua yang dilihat.
Mungkin ini solusi mungkin juga sebuah tantangan. Mari kita diskusikan.
Jangan sampai kita sebagai individual (bukan indifidual) tidak membuka mata untuk melihat usulan ini. Mari bersama kita bisa.


